Dalam Memperjuangkan Dan Mempertahankan Kepentingan Nasional

Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional Banyak yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis, dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. Key Thinkers pada jaman itupun sudah banyak mengungkapkan teori tentang realisme politik yang menjadi haluan bagi pemikir-pemikir kunci realisme pada masa sekarang. Oleh karena itu, isu ini menjadi penting untuk dikaji secara lebih dalam. Sebagai saluran penyampai pesan, media khususnya televisi menjadi alat yang paling ampuh untuk mempengaruhi, meyakinkan bahkan membentuk suatu opini di publik terkait isi-isi berita yang disajikan secara audio dan visual. Meskipun, masalah ekonomi tidak hanya menjadi perpaduan antara negara-bangsa untuk bekerja sama tetapi juga sumber konflik untuk memperebutkan sumber ekonomi. Beberapa faktor yang ikut menentukan dalam proses hubungan internasional, baik secara bilateral maupun multilateral, antara lain adalah kekuatan nasional, jumlah penduduk, sumber daya, dan letak geografis. Analisa kebijakan menggunakan teori hedging, yakni tindakan negara untuk berpihak ke kekuatan mana saja dimana keberpihakan itu yang paling menguntungkan bagi negaranya. Arab Saudi memiliki kepentingan pertahanan dan kepentingan ideologi terkait dengan kebijakan Turki dalam mendukung Ikhwanul Muslimin dan dukungan Turki terhadap Qatar pada krisis diplomatik Qatar, yang dinilai telah mengancam kepentingan-kepentingan tersebut. Berdasarkan kedua pernyataan di atas, politik luar negeri Indonesia haruslah poltik yang bertujuan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia dan tidak mendukung penindasan terhadap negara lain.

Berawal dari sejarah studi Hubungan Internasional yang muncul antara Perang Dunia I dan II, realisme hadir sebagai arus utama pendekatan hubungan internasional akibat ketidaksempurnaan pendekatan idealis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kualitatif desktriptif dengan didukung studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa Arab Saudi menjalankan politik luar negeri yang cenderung konfrontatif terhadap Turki pada tahun 2014-2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifatstudi pustaka. Metode padan memiliki dua teknik, yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. Semua negara harus siap mengorbankan kewajiban internasionalnya yang berdasar pada kepentingannya sendiri jika dua negara terlibat dalam konflik. 3) meyakini bahwa hubungan internasional bersifat konfliktual atau berpotensi menghasilkan konflik. Pandangan liberal berasumsi bahwa hubungan antar system didasarkan atas dasar kepentingan bersama untuk memajukan kepentingan ekonomi. Teori yang akan penulis gunakan dalam pembahasan ini adalah teori psikoanalisis, untuk bisa menjelaskan karakter Evo Morales. Hans J. Morgenthau adalah pencetus utama realisme neoklasik.

Mazhab realisme terbagi menjadi dua bagian, yakni realisme atau sering juga disebut dengan realisme klasik dan neo-realisme atau realisme kontemporer. Politik suatu negara dibagi menjadi dua bagian, yaitu politik luar negeri dan poltik dalam negeri. Hal itu tentu bukan hanya dilimpahkan pada satu atau dua negara, melainkan bersifat kolektif sebagai representasi spirit multilaterisme. Realis tidak menolak prinsip-prinsip moral, Hanya saja dalam prakteknya, moralitas individual dikalahkan oleh kepentingan akan kelangsungan hidup negara dan penduduknya dan tentu saja kepentingan nasional itu sendiri Bagi kaum realis, negara merupakan aktor utama dalam panggung internasional. Pada sektor kesehatan, perang yang berlarut-larut, menurut dia, tentu berpengaruh pada distribusi vaksin, apalagi di level global capaian vaksinasi masih timpang. Sejumlah negara besar, menurut dia, selama ini telah berusaha menengahi konflik dua negara itu. Dewasa ini perselisihan antara dua negara besar seperti Amerika dan China semakin memanas dalam diskursus Laut Natuna Utara, ditambah lagi dengan meningkatnya dinamika lingkungan strategis khususnya di kawasan Asia-Pasifik yang secara langsung berdampak pada kebijakan dan politik luar negeri Indonesia. Sehingga muncul perlawanan dari kelas bawah menentang kebijakan yang dinilai menguntungkan sebagaian elit politik. Berdasarkan data IEA, pada kurun 1990-2019, konsumsi energi secara total di seluruh dunia sebagian besar masih berasal dari migas, yakni rata-rata mencapai kisaran 57 persen setahun.

Sementara aktif artinya Indonesia tidak tinggal saja, tapi aktif dalam hubungan internasional dalam rangka mewujudkan ketertiban dunia. Interaksi sistem-negara di dunia lebih menitikberatkan pada keamanan nasional. • Politik luar negeri adalah segala kebijakan ,sikap , dan langkah pemerintah pusat yang diambil dalam melakukan hubungan dengan Negara lain , organisasi internasional dan subjek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional . Kepentingan nasional adalah wasit terakhir dalam menentukan kebijakan luar negeri. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa Arab Saudi menerapkan politik luar negeri yang cenderung konfrontatif terhadap Turki pada tahun 2014-2020, disebabkan oleh faktor kepentingan nasional, yang diantaranya adalah kepentingan pertahanan, kepentingan ideologi, dan kepentingan ekonomi. 1) memandang secara pesimistis terhadap sifat dasar manusia yang cenderung berbuat baik. Negara dipandang esensial bagi kehidupan warganegaranya: tanpa negara yang menjamin alat-alat dan kondisi-kondisi keamanan dan yang memajukan kesejahteraan, kehidupan manusia dibatasi menjadi seperti, seperti yang tersurat dalam pernyataan Thomas Hobbes yang terkenal terpencil,miskin, dan sangat tidak menyenangkan, tidak berperikemanusiaan, dan singkat. Indonesia juga digadang-gadang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjadi alternatif tujuan investasi, baik bagi AS maupun Tiongkok.